Perjalanan KKL FKK’05

•February 1, 2009 • 1 Comment

Akhirnya aq balik juga dari perjalanan panjang yang melelahkan n juga menyenagkan. Salut buat panitia yang sukses banget ngerancang acaranya. N mohon maaph kalo aq sebagai bendahara golongan kurang berkontribusi dalam acara tersebut. Aq mo cerita soal perjalananq yang pertama dan terakhir bareng ama ank2 Farmasi UGM MINAT Klinik Komunitas angkatan 2005 (FKK’o5). Knp aq bilang yang pertama dan terakhir? Soalnya selama 2 taon kebersaman qta, gag pernah sekalipun ngadain acara jalan2, makrab n sejenisnya bareng. Kalo yang soal terakhir, soalnya semester7 kemaren udah semester terakhir buat ngambil mata kuliah wajib. Jadi smester8 ini ya kalo boleh dibilang dah jalan masing2 walopun mungkin masih ada beberapa yang ngulang.

Kemana saja kah qta??

Hari pertama itu diisi kunjungan ke rumah sakit Margono di Purwokerto. Waktu itu aq kebagian di kelompok4 dengan pemandu seorang ibu2 yang jalannya cepet banget. Mungkin mank udah terbiasa bergerak cepat dalam menangani pasien. Di Margono, aq melihat sistem yang sedemikian rapi. Dengan apoteker yang berjumlah 6 orang dan asisten apoteker serta apoteker coas yang banyak banget jumlahnya. Praktik pharmaceutical care (Ph Care) nya juga udah jalan. Kayak misalnya konseling dan pemberian edukasi ke pasien tentang masalah obat. Trus farmasis juga udah melakukan visite ke bangsal2 bersama dokter. Dokter disana juga dah gag segan2 buat nanya ke farmasis soal masalah obat. Wah..wah…gag nyangka banget. Rumah sakitnya itu kayak gag terawat gtu tapi sistemnya patut diacungin jempol. Kata ibunya “Dont Judge the Book from its cover”. So kalo PKL disana harus kerja ekstra keras soalnya tugas farmasis disana banyak banget. Mmm..aq pengen banget PKL disana…bisa gag yah??

Hari kedua nyampe di Jakarta n paginya langgsung menuju RS Harapan Kita. Disini aq blajar banyak tentang manajemen farmasi rumah sakit. Mulai dari seleksi obat sampai dengan distribusi ke pasien termasuk controlingnya. Di Harkit make hampir smuanya memakai UDD (UNit Dose Dispensing). Jadi apa yang dipake pasien itu yang dy bayar n juga disesuaikan dengan kebutuhan masing2 pasien. Semua obat didistribusikan langgsung dari satelit farmasi. Tapi aq melihat peran apoteker belon dihargai. Kayaknya ada gap antara perawat, dokter n apotekernya. Masalah intern gtu lah. Sedikit aneh melihat pembicaranya, sama2 gag sinkron. Yang perawat bilang, apoteker disana udah maju bla bla bla. Ketika kepala apotekernya yg maju, hampir semua yang dibilang kepala perawat disana NOL besar. Apoteker disana cuman 2 orang. Itupun cuman ngurusin di bagian manajemen obat. N dilarang keras untuk memberikan visite n konseling/edukasi ke pasien. Katanya Bu siska itu karena dokter disana takut ada 2 pendapat yang nanti memicu pertengkaran.  Menurutku itu cuman gambaran sebagian kecil dari peran apoteker yang kurang mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.Pengalamanq yang paling mendebarkan disini adalah aq dan teman2q melihat langgsung operasi jantung yang dilakukan oleh para dokter. ternyata di rumah sakit ini ada ruangan khusus untuk melihat jalannya operasi. Operasi yang dilakukan saat itu adalah operasi By Pas yaitu pembuatan saluran darh buat pembuluh jantung..Aq deg2an banget ngeliat jantung yang berdenyut2. Ternyata Allah benar2 Maha Besar dan Maha Kuasa….sayang gag boleh moto…hiks………….

Hari ketiga, aq dan teman2ku berkunjung ke Kimia Farma. Aq pikir bakal ke pabriknya tapi ternyata gag. Disana qta disambut oleh Direktur Pemasaran (kalo gag salah…). Bpk Agus dengan lancarnya mempresntasikan awal mula terbentuknya Kimfar n juga produk2 andalan mereka. Dan terlebih lagi, bapak Agus membuka wawasan qta smua tentang betapa pentingnya kerja Medical Sales Representative. Itu lho yang sering nawarin obat ke dokter2. Nah pada intinya Bapak Agus prihatin dengan kerja medrep yang diisi oleh orang2 yang kurang berpengalamn di bidangnya. Hanya pintar berkomunikasi doank. Menurut Bapaknya lagi, ada baiknya apoteker mulai melirik bidang kerja ini n menguasai ilmu komunikasi. Ya walopun merintis banget dari bwah, setidaknya qt sebagai apoteker yang berprofesi sbg medrep tw ttg kualitas obat yang qt tawarkan baik dari segi farmakologi, farmakokinetik, price yang terbaik untuk pasien.Dan sepertinya teman2q terhipnotis dengan presentasinya bapak Agus. Dengan begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh teman2q menunjukkan mereka benar2 tertarik dengan apa yang dipresentasikan. Tapi aq sich te2p pengen kerja di RS. Biar bisa berinteraksi langgsung dengan pasien. Amin!!!

Setelah di Kimfar, bus kita melaju menuju Dufan. Disana banyak banget wahana2 yang menantang adrenalin qt. Sebenarnya aq gag takut cuman aq takut mabok naek Halilintar, Tornado, dsb.N ternyata terbukti aq muntah2 habis naik halilintar. Memalukan….hiks…

Hari terakhir di Jakarta, qt berkunjung ke RS Darmais, rumah sakit yang menangani kanker. Kalo Harapan Kita merupakan RS milik pemerintah spesialis jantung. Nah di rumah sakit darmais ini yang menurutku arsitektur gedungnya merupakan gabungan dari bandara, bank, restoran. Anehh n unik…Di RS ini peran apotekernya udah nyata banget. Hampir sama seperti yang di Margono. Apotekernya sendiri berjumlah 7 orang (kalo gag salah..). Peran apoteker yang paling nampak disini adalah handling obat2 sitostatika yang langgsung dipegang oleh apoteker. Dulu sempat dihandle ma perawat tapi karena banyak terjadi infeksi maka apoteker yang turun tangan. Pencampuran IV admixture dilakukan di ruang khusus n ada juga ruang clean roomnya. Semua apoteker disini dilengkapi oleh APD (Alat Pelindung Diri) yang menurutku dah kayak alien…hehe..Fungsinya untuk menghindari percikan obat baik ke mata dan kulit serta hirupan obat yang berbahaya banget. Dilakukan juga penghitungan jumlah mikroba tiap 3 bulan sekali untuk menghindari ruangan serta obat dari kontaminasi bakteri. Tiap perawat, apoteker dan staf2 laennya juga dilakukan cek up rutin tiap 3 bulan sekali untuk mengetahui kesehatan mereka. Wah hebat2…prosedurnya begitu ketat.

Yup itulah sekilas tentang perjalananq bersama dengan teman2q. Banyak pelajaran, pengalaman n juga melihat penerapan dari apa yang udah qt pelajari selama ini. jadi pengen cepet2 kerja di RS…doain ya teman2.. Matur nuwun…

No Pharmacist No Service???

•January 21, 2009 • 1 Comment

Istilah yang selalu saja digembor2kan oleh dosen2 farmasi di mana pun mereka berada. Bahkan oleh para mahasiswanya. Terlalu idealis. Apa aq mengatakan hal yang salah? Kalo qpikir tidak, karena kenyataan yg qliat bertolak belakang dengan apa yang para apoteker lakukan diluar sana. Menyedihkan dan tragis. Aq sudah membayangkan hasil penelitian seorang temanq tentang konseling dan edukasi apoteker kepada pasien ketika akan menebus resep atopun menerima obat. Baru 3 hari saja ngambil data, hampir semuanya tidak ada yang menyertakan penjelasan lain kecuali cara pemakaian obat dan indikasinya. Tidak ada yang menjelaskan efek samping atopun KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang sering kami tulis di laporan2 praktikum farmakoterapi.

Aq takut kalo aq bernasib sama seperti apoteker lainnya yang sama sekali gag berkembang ilmunya. Kata dokter             “Farmasi itu gag ada aplikasi ilmunya”. Wekss…atiku miris. Masih menurut dosenku, farmasi dibangun oleh 3 pilar yaitu keringat, darah dan air mata. Intinya semuanya benar2 butuh perjuangan. Dari awal mempelajari ilmu, mengolahnya, dan mengaplikasikannya di dunia kerja. Langkah sebagai apoteker terhambat  ketika sebagian orang mengganggap kalo apoteker hanya meracik obat saja. Yup.. mati kutu. Kecuali kita benar2 menunjukkan kemampuan kita sebagai seorang apoteker, menjawab tantangan2 yang ada di depan mata. Hanya itu kuncinya!!!

N menurutku slogan No Pharmacist No Service, hanya omong2 blaka, blon ada pembuktian… Apakah apoteker2 muda termasuk aq sebagai calonnya akan membuat sebuah perubahan???

About Momo n Ura

•January 20, 2009 • Leave a Comment

Well…well..udah lama banget gag ngeblog negh. Banyak banget kegiatan yg gag bisa ditinggalkan, ya ngunit, ujian n proposal skripsi (akhirnya kelar juga). Kira2 ada yg berharap membaca tulisanq gag yah? Gr bangetss sih. Mmm..disamping itu, aq lagi sibuk mengurusi kedua makhluk kecil yang baru aja qbeli d Ngasem akhir Desember lalu. Mereka benar2 menjadi penghiburku dikala aq lagi stres. Siapakah mereka?? Apa kah aq sudah punya baby?? No…No. Masih terlalu jauh. Hehe..

Mereka adalah 2 hamster kecilku, Momo (co) n Ura (ce), jenisnya Roborovsky.  Aq cukup asing dengan namanya cos yang qtau dulu cuman Campbel. Hamster yang menurutku badannya besar. N jadi lebih mirip ma tikus. Walopun mereka lebih ramah dengan manusia dibandingkan dengan hamsterku.

Aq mo cerita dikit negh tentang sifat dari hamsterku (baca : Pengen Pamer)

1. Dilihat dari fisik, roborovsky very very small dibandingkan dengan hamster mana pun.

2. Mereka amat sangat aktif, lincah dan lucu. Jadi gag rugi deh kalo bli maenan banyak2 buat hamsy jenis ini.

3. Mata mereka bulat banget..Ngegemesin. Hehehe…

4. Amat sangat penakut dengan manusia. Mereka hanya bisa diamati, kayak ikan. Bukan buat dipegang!!! Sampai sekarang pun aq blon berhasil menjinakkan roboq.

5. Gampang stres. Kalo dah stres n ngerasa gag aman biasanya susah buat beranak.

6. Reproduksinya biasanya 3 bulan sekali, kalo hamster jenis lain bsa 1 bulan sekali. Sekali beranak robo bisa ngasilin 4-6 ekor. Jumlah yang lebih sedikit dibandingkan yang lainnya.

7. Makanannya dikit. Ya jadi jangan heran kalo makanan yg dtaro di kotak makannya jarang habisnya.

8. Karena mereka amat sangat aktif, jadi kandangnya sebaiknya dari akuarium. Mereka lebih bebas buat bermain.

9. Robo jenis hamster yang amat sangat peka terhadap kebersihan. Jadi jangan heran kalo mereka lebih sering ngegarukin badannya. Bukan karena mereka berkutu!!

Gmana teman2, tertarik miara robo?  Harga per ekornya 75rb-150 rb. Tergantung d mana kalian membelinya. Tips dari aq sich. Sebelum membeli robo, ada baiknya kalian melihat2 perawatan robo d tempat yang ngejualnya. Why?

Aq pernah liat d salah satu pet shop d Gale. Dsitu ada 2 ekor robo, harga per ekornya 150rb. Mahal banget..Tapi kualitasnya jelek. Badan mereka kuyus2 banget, jrg dikasih makan. So pilihlah robo yang bulunya terawat, badannya berisi, matanya cerah n juga aktif. Selamat mencoba…..!!! Btw maaph ye blon ada fotonya…

Susahkan Berhenti merokok?

•December 20, 2008 • Leave a Comment

Sekarang di tiap pinggiran jalan, sudut-sudut kota, di bus kota, makan di warung, atopun di angkot yang biasa saya naiki selalu saja ada orang yang seenaknya merokok. Padahal peraturan pemerintah telah keluar? Apa itu cuman formalitas saja? Saya melihat di TV, denda yang pemerintah tetapkan maksimal 50 juta untuk orang yang merokok di tempat umum. Tapi apa kenyataannya? Warga yang kedapatan hanya ditangkap dan entah apa yang mereka membayar denda atau tidak. Yah begitulah Indonesia..

Melihat kenyataan di atas, muncul pertanyaan di benak saya. Sesusah itu kah berhenti buat merokok? Padahal membaca tulisan di balik bungkusnya saja sudah membuat saya takut. Segitu besarya efek rokok ke tubuh kita. Tapi orang-orang tersebut ga nyadar2 juga? Fungsi paru2 kita yang seharusnya bernilai normal mungkin hanya tinggal setengahnya jika kita udah kebiasaan merokok dari umur belasan tahun. Orang yang menjadi perokok pasif, justru lebih beresiko terkena efeknya. Jauh lebih besar. Kenapa? Jika perokok aktif, menghirup dan menghembuskannya, racun yang masuk mungkin hanya setengahnya. Tetapi kalo perokok pasif? Ketika dia menghirupnya, dia tidak akan menghembuskannya lagi. Apalagi yang udah terpapar asap rokok buat sekian lama.

Rokok? No way!

Sebenarnya ada cara buat menekan keinginan buat merokok. Tapi di Indonesia itu masih mahal banget harganya, yaitu dengan nikotin patch. Obat tersebut di tempel di lengan dan patch tersebut akan melepas perlahan-lahan zat aktifnya. Namanya juga nikotin patch, ya pasti kandungannya juga nikotin. Nikotin tersebut akan menekan saraf dopamin sehingga keinginan kita buat merokok juga bisa berkurang. Tapi, kalo menurutku itu hanya sementara. Aq ga bisa menjamin apa dengan pemakaian patch tersebut anda dapat berhenti sepenuhnya.

Pengalaman teman saya, dia berhenti merokok karena di usianya yang ke 22 tahun ini, dia mulai merasa perubahan yang tentunya negatif buat tubuhnya. Nafasnya sering sesak, dia juga mulai sering batuk2. Padahal sebelum dia sakit, segala cara sudah saya coba buat dia berhenti. Tapi gagal, termasuk membelikan dia sebuah cd hipnoterapi. Bukannya malah kepengaruh, dia malah tidur. Memang kalo ga ada kesadaran dari diri kita sendiri, susah buat merubahnya. Akhirnya dia sepenuhnya sadar. Dan sampai sekarang sudah tidak merokok lagi. Jadi, semua tergantung kita, kalo keinginan kita kuat banget buat berhenti. Saya rasa pasti berhasil…Jangan sia-siakan hidupmu!!

Meningkatnya penderita HIV di Indonesia

•December 20, 2008 • Leave a Comment

AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh manusia. Sedangkan HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menurunkan kekebalan pada tubuh manusia. HIV/AIDS ditularkan melalui 3 cara yaitu, lewat cairan darah (transfusi darah, pemakaian jarum suntik yang tercemar HIV), lewat cairan sperma dan cairan vagina (hubungan seks), dan lewat air susu ibu (ibu hamil yang HIV positif dan menyusui bayinya).

Saat ini HIV/AIDS telah menyebar di 32 Propinsi. Sejak ditemukan tahun 1978, jumlah penderita AIDS secara kumulatif sampai September 2008 mencapai 15.136 kasus dan penderita yang terinfeksi HIV sebanyak 6015 kasus. Sedangkan selama periode Juli – September 2008, terdapat 2450 kasus AIDS dari 32 propinsi di Indonesia.

Penularan tertinggi terjadi melalui heteroseksual (47%), melalui pengguna napza suntik/penasun (43%), dan homoseksual (4%). Usia penderita paling banyak ditemukan pada usia 20-29 tahun (51%), disusul penderita usia 30-39 tahun (29%), dan usia 40-49 tahun (8%). Jumlah penderita AIDS yang meninggal sekitar 3197 orang (21,12.%).

AIDS
Berdasarkan penelusuran, diketahui ratio kasus AIDS antara laki-kali dan perempuan adalah 3,08:1. Dari 15.136 kasus, dilaporkan sebanyak 11.367 orang adalah laki-laki dan 3.684 adalah perempuan, dan 85 kasus tidak diketahui jenis kelaminnya.

Kasus terbanyak ditemukan di Propinsi DKI Jakarta dengan jumlah penderita 2.727 orang, 440 diantaranya meninggal dunia. Disusul propinsi lainnya yaitu Jawa Barat (2.603 kasus, 503 meninggal), Jawa Timur (2.525 kasus, 575 meninggal), Papua (2.294 kasus, 353 meninggal), Bali (869 kasus, 145 meninggal), Kalimantan Barat (730 kasus, 110 meninggal), Sumatera Utara (670 kasus, 135 meninggal), Jawa Tengah (409 kasus, 171 meninggal), Riau (364 kasus, 116 meninggal), dan Kepulauan Riau (271 kasus, 114 meninggal).

Sampai dengan 31 Maret 2008 insiden rate AIDS secara nasional mencapai 6,66 per 100.000 penduduk (berdasarkan data Biro Pusat Statistik tahun 2005, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 227.132.350 jiwa). Dibandingkan dengan angka nasional, incidence rate jumlah penderita di Papua mencapai 18,7 kali lipat lebih banyak, disusul DKI Jakarta 4,5 kali, Bali 3,7kali, Kepulauan Riau 3,4 kali, dan Kalimantan Barat 2,7 kali angka nasional.

HIV
Kasus terbanyak terdapat di Propinsi Papua (1650), kemudian DKI Jakarta (1181), Bali (968), Sumatera Utara (820), Jawa Barat (376), dan Sumatera Selatan (179). Hasil estimasi populasi rawan tertular HIV pada tahun 2006 terbanyak ditemukan pada penasun (90.000 orang). Kelompok lain yang rawan tertular adalah pelanggan wanita pekerja seks/WPS (28.340 orang), masyarakat umum (27.470 orang), pasangan IDU (12.810 orang), lelaki suka lelaki/LSL (9.160 orang), wanita penjaja seks (8.910 orang), pasangan pelanggan WPS (5.200 orang), warga binaan pemasyarakatan/WBP (5.190 orang), waria (3.760 orang) dan pelanggan waria (2.230 orang). Estimasi populasi rawan terbanyak ditemukan di DKI Jakarta (26.810), selanjutnya Papua (22.220), Jawa Barat (20.980), Jawa Timur (19.920), dan Sumatera Utara (11.840).

Hingga saat ini HIV/AIDS belum ada vaksin maupun obat spesifiknya untuk mematikan virus tersebut. Obat-obat anti retroviral yang ada sampai saat ini hanya berfungsi untuk menekan perkembangan virus tersebut. Jika nilai CD4 tersebut menurun sampai dibawah < 200 dapat menimbulkan berbagai macam infeksi seperti meningitis, TBC dan lain-lain. Pengobatan dengan ARV menurut penelitian hanya mempertahankan hidup penderita sampai 8-12 tahun. Jika ODHA tidak menggunakan ARV maka dalam waktu kurang dari 1 tahun penderita dapat meninggal. Tetapi, persediaan ARV sampai dengan Desember 2008 ini semakin menipis di beberapa daerah. Hal ini karena lambatnya distribusi dari Departemen kesehatan sendiri. Pengobatan HIV/AIDS sangat mahal karena harus diminum seumur hidup. Karena itu, cara yang paling efektif adalah pencegahan yaitu menghindari hubungan seks di luar nikah, bagi kelompok risiko tinggi menggunakan kondom bila berhubungan seks, tidak menggunakan narkoba suntik.

Sumber : www.depkes.go.id

www.kompas.com

Introducing

•December 18, 2008 • 3 Comments

SelviPerkenalkan nama saya Tjia Selvi Novitasari atau teman-teman dekat saya biasa memanggil saya Selvi ataupun Cia. Saya lahir di Balikpapan, tepatnya tanggal 21 Desember 1987. Mungkin saya masih awal banget dalam menulis blog. Tapi saya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, lewat tulisan tentunya. Karena hanya satu-satunya hal itu yang bisa saya lakukan di tengah kesibukan saya di akhir semester ini.

Banyak hal yang memicu saya untuk menulis. Ya dengan kata lain, sudah terlalu banyak orang di sekitar saya yang banyak banget memiliki blog. Mungkin sebagai tempat curahan hati mereka, isenk-isenk, menulis tentang kegiatan mereka sehari-hari. Apapun bentuknya itu tapi menurut saya itu adalah awal dari pembelajaran. Bagaimana cara kita membahasakan sesuatu, mengungkapkan apa yang kita ingin ungkapkan, yang mungkin susah buat dibicarakan. Lantas kapan saya memulai nya? Akhirnya ada juga kesempatan yang datang menghampiri saya.

Mungkin blog ini akan memfokuskan pada kajian-kajian tentang kesehatan sehari-hari, isu-isu kesehatan yang sedang berkembang dan saya tidak menutup kemungkinan untuk membahas hal lainnya. Saya sebagai seorang mahasiswi Farmasi dan sebagai calon Apoteker tertarik untuk memberikan teman-teman informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan dunia saya dan apa yang saya sedang pelajari sekarang. Saya juga mohon bantuan dari teman-teman sekalian buat kritik dan sarannya karena saya pun masih tahap proses belajar. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua.

Hello world!

•December 18, 2008 • Leave a Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!