Akhirnya aq balik juga dari perjalanan panjang yang melelahkan n juga menyenagkan. Salut buat panitia yang sukses banget ngerancang acaranya. N mohon maaph kalo aq sebagai bendahara golongan kurang berkontribusi dalam acara tersebut. Aq mo cerita soal perjalananq yang pertama dan terakhir bareng ama ank2 Farmasi UGM MINAT Klinik Komunitas angkatan 2005 (FKK’o5). Knp aq bilang yang pertama dan terakhir? Soalnya selama 2 taon kebersaman qta, gag pernah sekalipun ngadain acara jalan2, makrab n sejenisnya bareng. Kalo yang soal terakhir, soalnya semester7 kemaren udah semester terakhir buat ngambil mata kuliah wajib. Jadi smester8 ini ya kalo boleh dibilang dah jalan masing2 walopun mungkin masih ada beberapa yang ngulang.
Kemana saja kah qta??
Hari pertama itu diisi kunjungan ke rumah sakit Margono di Purwokerto. Waktu itu aq kebagian di kelompok4 dengan pemandu seorang ibu2 yang jalannya cepet banget. Mungkin mank udah terbiasa bergerak cepat dalam menangani pasien. Di Margono, aq melihat sistem yang sedemikian rapi. Dengan apoteker yang berjumlah 6 orang dan asisten apoteker serta apoteker coas yang banyak banget jumlahnya. Praktik pharmaceutical care (Ph Care) nya juga udah jalan. Kayak misalnya konseling dan pemberian edukasi ke pasien tentang masalah obat. Trus farmasis juga udah melakukan visite ke bangsal2 bersama dokter. Dokter disana juga dah gag segan2 buat nanya ke farmasis soal masalah obat. Wah..wah…gag nyangka banget. Rumah sakitnya itu kayak gag terawat gtu tapi sistemnya patut diacungin jempol. Kata ibunya “Dont Judge the Book from its cover”. So kalo PKL disana harus kerja ekstra keras soalnya tugas farmasis disana banyak banget. Mmm..aq pengen banget PKL disana…bisa gag yah??
Hari kedua nyampe di Jakarta n paginya langgsung menuju RS Harapan Kita. Disini aq blajar banyak tentang manajemen farmasi rumah sakit. Mulai dari seleksi obat sampai dengan distribusi ke pasien termasuk controlingnya. Di Harkit make hampir smuanya memakai UDD (UNit Dose Dispensing). Jadi apa yang dipake pasien itu yang dy bayar n juga disesuaikan dengan kebutuhan masing2 pasien. Semua obat didistribusikan langgsung dari satelit farmasi. Tapi aq melihat peran apoteker belon dihargai. Kayaknya ada gap antara perawat, dokter n apotekernya. Masalah intern gtu lah. Sedikit aneh melihat pembicaranya, sama2 gag sinkron. Yang perawat bilang, apoteker disana udah maju bla bla bla. Ketika kepala apotekernya yg maju, hampir semua yang dibilang kepala perawat disana NOL besar. Apoteker disana cuman 2 orang. Itupun cuman ngurusin di bagian manajemen obat. N dilarang keras untuk memberikan visite n konseling/edukasi ke pasien. Katanya Bu siska itu karena dokter disana takut ada 2 pendapat yang nanti memicu pertengkaran. Menurutku itu cuman gambaran sebagian kecil dari peran apoteker yang kurang mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan.Pengalamanq yang paling mendebarkan disini adalah aq dan teman2q melihat langgsung operasi jantung yang dilakukan oleh para dokter. ternyata di rumah sakit ini ada ruangan khusus untuk melihat jalannya operasi. Operasi yang dilakukan saat itu adalah operasi By Pas yaitu pembuatan saluran darh buat pembuluh jantung..Aq deg2an banget ngeliat jantung yang berdenyut2. Ternyata Allah benar2 Maha Besar dan Maha Kuasa….sayang gag boleh moto…hiks………….
Hari ketiga, aq dan teman2ku berkunjung ke Kimia Farma. Aq pikir bakal ke pabriknya tapi ternyata gag. Disana qta disambut oleh Direktur Pemasaran (kalo gag salah…). Bpk Agus dengan lancarnya mempresntasikan awal mula terbentuknya Kimfar n juga produk2 andalan mereka. Dan terlebih lagi, bapak Agus membuka wawasan qta smua tentang betapa pentingnya kerja Medical Sales Representative. Itu lho yang sering nawarin obat ke dokter2. Nah pada intinya Bapak Agus prihatin dengan kerja medrep yang diisi oleh orang2 yang kurang berpengalamn di bidangnya. Hanya pintar berkomunikasi doank. Menurut Bapaknya lagi, ada baiknya apoteker mulai melirik bidang kerja ini n menguasai ilmu komunikasi. Ya walopun merintis banget dari bwah, setidaknya qt sebagai apoteker yang berprofesi sbg medrep tw ttg kualitas obat yang qt tawarkan baik dari segi farmakologi, farmakokinetik, price yang terbaik untuk pasien.Dan sepertinya teman2q terhipnotis dengan presentasinya bapak Agus. Dengan begitu banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh teman2q menunjukkan mereka benar2 tertarik dengan apa yang dipresentasikan. Tapi aq sich te2p pengen kerja di RS. Biar bisa berinteraksi langgsung dengan pasien. Amin!!!
Setelah di Kimfar, bus kita melaju menuju Dufan. Disana banyak banget wahana2 yang menantang adrenalin qt. Sebenarnya aq gag takut cuman aq takut mabok naek Halilintar, Tornado, dsb.N ternyata terbukti aq muntah2 habis naik halilintar. Memalukan….hiks…
Hari terakhir di Jakarta, qt berkunjung ke RS Darmais, rumah sakit yang menangani kanker. Kalo Harapan Kita merupakan RS milik pemerintah spesialis jantung. Nah di rumah sakit darmais ini yang menurutku arsitektur gedungnya merupakan gabungan dari bandara, bank, restoran. Anehh n unik…Di RS ini peran apotekernya udah nyata banget. Hampir sama seperti yang di Margono. Apotekernya sendiri berjumlah 7 orang (kalo gag salah..). Peran apoteker yang paling nampak disini adalah handling obat2 sitostatika yang langgsung dipegang oleh apoteker. Dulu sempat dihandle ma perawat tapi karena banyak terjadi infeksi maka apoteker yang turun tangan. Pencampuran IV admixture dilakukan di ruang khusus n ada juga ruang clean roomnya. Semua apoteker disini dilengkapi oleh APD (Alat Pelindung Diri) yang menurutku dah kayak alien…hehe..Fungsinya untuk menghindari percikan obat baik ke mata dan kulit serta hirupan obat yang berbahaya banget. Dilakukan juga penghitungan jumlah mikroba tiap 3 bulan sekali untuk menghindari ruangan serta obat dari kontaminasi bakteri. Tiap perawat, apoteker dan staf2 laennya juga dilakukan cek up rutin tiap 3 bulan sekali untuk mengetahui kesehatan mereka. Wah hebat2…prosedurnya begitu ketat.
Yup itulah sekilas tentang perjalananq bersama dengan teman2q. Banyak pelajaran, pengalaman n juga melihat penerapan dari apa yang udah qt pelajari selama ini. jadi pengen cepet2 kerja di RS…doain ya teman2.. Matur nuwun…


Perkenalkan nama saya Tjia Selvi Novitasari atau teman-teman dekat saya biasa memanggil saya Selvi ataupun Cia. Saya lahir di Balikpapan, tepatnya tanggal 21 Desember 1987. Mungkin saya masih awal banget dalam menulis blog. Tapi saya ingin membuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, lewat tulisan tentunya. Karena hanya satu-satunya hal itu yang bisa saya lakukan di tengah kesibukan saya di akhir semester ini.
Recent Comments